Kriteria
bibit alpukat Unggul secara Fisik
·
Daun bibit mulus dan tidak ada hama
penyakit. Warna daun bibit hijau cerah atau pucuknya berwarna hijau atau merah
muda. Jika sedang kondisi stagnan, daunnya berwarna hijau tua yang mengkilap.
Jika ada bekas serangan hama dan penyakit serta menggulung, sebaiknya tanaman
diwaspadai.
- Batang bibit sehat, lurus, kulit batang cerah
beralur, potongan cabang/dahan tidak dipaksakan, serta bentuk proporsional
atas dengan bawahnya. Batang atas harus tegak mengarah ke atas, tidak
bengkok,atau merunduk ke bawah. Untuk bibit yang lebih dari satu meter,
pilih bibit yang ada percabangannya. Tananaman yang baik memiliki banyak
cabang ke semua arah serta tajuknya rimbun. Selain itu, batang bebas dari
jamur yang menempel dan hama, seperti bulatan putih (kutu putih) serta penggerek
atau bekas sayatan.
- Akar bibit memiliki banyak akar serabut.
Bahkan, akar serabut sudah sampai ke tepian polybag atau menembus polybag
dan akar tampak putih.
- Bibit yang sudah berbuah diperhatikan
kerontokan daun dan bentuk buahnya. Sebaiknya daun tidak rontok. Bentuk
buah harus sempurna, tidak berulat, proposional, tidak mengecil, warna
kulit buah cerah, atau biasanya berminyak atau ada bubuk putihnya.
Jenis bibit alpukat unggulan yang
banyak dicari di Vista agro bibit buah jogja
Alpukat alligator
Alpukat alligator masih menjadi jenis
alpukat yang paling dicari diantara jenis alpukat lainnya. Hal ini karena
alpukat alligator bersifat genjah alias cepat berbuah dibanding jenis lainnya.
Keunggulan lainnya adalah alpukat alligator bisa ditanam di pot alias bisa
dibesar dalam media pot (tabulampot). Hal itu tentu saja disukai masyarakat
perkotaan yang memang lahannya terbatas. Secara ukuran buah alpukat alligator
cenderung lonjong dan besar dengan bobot hamper mencapai 1 kg per buahnya.
Tanaman alpukat sangat cocok ditanam 500 mdpl sampai 2000 an mdpl. Untuk area
jogja, alpukat sangat cocok ditanam di kawasan Kecamatan Cangkringan, Kalasan,
Sleman, Godean, Ngaglik, Minggir, Tempel, Turi, Pakem, Mlati, dan Kawasan
lereng gunung Merapi dan sekitarnya. Untuk area dekat pantai kurang cocok
ditanami alpukat, kecuali bibit kelapa yang lebih cocok di Kawasan manapun.
Alpukat Kendil
Alpukat kendil adalah salah satu
jenis alpukat yang memiliki ukuran buah paling tinggi disbanding jenis lainnya.
Buah alpukat kendil umumnya bulat dengan bobot bisa mencapai lebih dari 1 Kg
per buahnya. Tanaman kendil cocok ditanam di area Jogja, Sleman dan Kawasan
lereng Merapi dengan 500 -2000 an mdpl.
Alpukat Mentega
Alpukat mentega termasuk jenis yang
banyak dicari petani alpukat. Alpukat mentega secara ukuran masih di bawah
kendil dan alligator. Namun keunggulan alpukat ini memiliki jumlah buah yang
relative lebih banyak. Perawatan alpukat mentega juga sama secara umum, yaitu
dilakukan pemupukan secara berkala, serta penyemprotan hama dan memastikan
ketersediaan sinar matahari cukup serta air yang cukup.
Provinsi DI Yogyakarta merupakan sebuah
wilayah administrasi di Indonesia, tepatnya di bagian selatan Pulau Jawa. DI
Yogyakarta terletak pada posisi antara 7°33’-8°12’ Lintang Selatan dan 110°00’-
110°50’ Bujur Timur.
Adapun luas wilayah DI Yogyakarta adalah
seluas 3.133,15 km2, Wilayah administratif Provinsi DI Yogyakarta terbagi
menjadi 5 wilayah, yang terdiri dari 4 kabupaten dan 1 kota.
- Kabupaten Kulon Progo Luas wilayah: 586.28 km2 Pusat pemerintahan:
Wates Jumlah penduduk: 350.568 jiwa (Hasil SP2020)
- Kabupaten Bantul Luas wilayah: 508.13 km2 Pusat pemerintahan:
Bantul Jumlah penduduk: 830.967 jiwa (Hasil SP2020)
- Kabupaten Gunungkidul Luas wilayah: 1,431.42 km2 Pusat
pemerintahan: Wonosari Jumlah penduduk: 617.490 jiwa (Hasil SP2020)
- Kabupaten Sleman Luas wilayah: 574.82 km2 Pusat pemerintahan:
Sleman Jumlah penduduk: 1.012.016 jiwa (Hasil SP2020)
- Kota Yogyakarta Luas wilayah: 32.50 km2 Pusat pemerintahan:
Yogayakarta dengan Jumlah penduduk 364.748 (2020)

